Guru Besar UNS Ungkap Alasan Riset di Negara Maju Lebih Produktif

oleh -29 views
Prof Kuncoro Diharjo
Prof Dr Kuncoro Diharjo ST MT

JAKARTA – Pakar teknologi dan akademisi menilai arah kebijakan riset dan inovasi di Tanah Air sudah dipetakan dengan sangat baik melalui Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) tahun 2017-2045.

“Oleh karena itu, program riset harus mengacu pada RIRN, baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” ungkap Profesor Dr Kuncoro Diharjo, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (30/7/2022).

Para peneliti wajib juga taat mengikuti buku panduan riset yang dijadikan pedoman dalam pengusulan proposal riset-inovasi. Sebab semua pendanaan riset dan inovasi oleh pemerintah (BRIN, Kemdikbudristek, Perguruan Tinggi, kementerian dan lembaga pemerintah lainnya) harus mengacu pada RIRN.

Menurut Guru Besar Bidang Teknik UNS ini, tema riset-inovasi yang akan dijalankan pada program riset jangka pendek juga sudah diarahkan di dalam panduannya sedemikian rupa sehingga sesuai dengan RIRN.

“Semua perguruan tinggi atau universitas, Rencana Strategisnya juga wajib menyesuaikan kebijakan nasional, khusus riset-inovasi menyesuaikan kebijakan RIRN,” ujar profesor termuda UNS sejak 2010 hingga 2021 ini.

Sebagai contoh, tuturnya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang sudah bermetamorfose dari PTN BLU menjadi PTNBH sesuai dengan PP 56 tahun 2020 tanggal 6 Oktober 2020 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Sebelas Maret, maka transformasi riset inovasi juga harus jauh lebih kuat dan cepat dalam rangka upaya menuju pusaran 500 universitas kelas dunia, atau dikenal dengan World Class University (WCU).

“Sebagai konsekuensinya, setiap individu dosen/periset di UNS difasilitasi untuk move on menjadi peneliti yang reputasinya diakui mendunia. Jika setiap Dosen/periset difasilitasi dana riset, maka jumlah publikasinya akan minimal sama dengan jumlah perisetnya. Publikasi hasil risetnya pun harus diarahkan pada publikasi internasional yang terindeks pada database bereputasi internasional. Namun demikian, tematik riset-inovasinya wajib mengikuti RIRN,” kata Prof. Kuncoro.

Sebagai gambaran, lanjut pakar material komposit UNS ini, pendanaan riset di UNS untuk tahun 2022-2024, tetap mengacu pada Program Riset nasional (PRN) 2022-2024, yaitu Bidang Pangan, Energi, Kesehatan, Transportasi, Rekayasa Keteknikan, Pertahanan dan Keamanan. Kemaritiman, Sosial Humaniora, Pendidikan, Seni, dan Budaya, Multidisiplin dan Lintas Sektoral.

Dia mengatakan tugas utama Lembaga Riset dan para peneliti adalah, pertama, melakukan riset dengan baik sesuai arah PRN dan RIRN, kedua, menghilirkan roadmap riset perisetnya hingga menuju kemanfaatannya di masyarakat, dan ketiga, mempublikasikan tahapan-tahapan hasil riset ke jurnal internasional yang bereputasi.

Bahkan untuk mencapai target RIRN 2045, analisis komparasi ke negara maju juga direkomendasikan agar lembaga riset dan para perisetnya melakukan ekstrapolasi atas kondisi dan proses keberhasilan “pembangunan ekonomi Korea Selatan hingga menjadi negara maju pada tahun 2014” sebagai acuan untuk Indonesia pada tahun 2040.

“Upaya keras pencapaian target RIRN 2045 adalah untuk mewujudkan Indonesia 2045 Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Riset. Ini harus didukung semua pemangku kepentingan,” kata Guru Besar UNS yang menyandang gelar profesor pada usia 39 tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.