Home / Politik / Prediksi Kotak Kosong Menang, Budayawan Imbau PDIP Evaluasi Dukungan ke Paslon Tunggal di Pilkada Lampung Timur

Prediksi Kotak Kosong Menang, Budayawan Imbau PDIP Evaluasi Dukungan ke Paslon Tunggal di Pilkada Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut terdapat 48 pasangan calon tunggal melawan kotak kosong di 48 daerah dalam Pilkada Serentak 2024, salah satunya di Kabupaten Lampung Timur.

Kotak kosong ini bukan fenomena biasa, melainkan memiliki konsekuensi serius. Apabila hasil Pilkada memenangkan kotak kosong, maka daerah itu akan dipimpin penjabat (pj) kepala daerah yang dapat berganti-ganti selama periode 2024-2029 sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Kemungkinan kotak kosong menang menjadi keprihatinan sekaligus kekhawatiran Kidung Tirto Suryo Kusumo, khususnya dalam Pilkada Lampung Timur. Budayawan kelahiran Bumei Tuwah Bepadan ini menyebut kotak kosong berpotensi menang apabila Pilkada Lampung Timur hanya diikuti satu paslon.

“Partai politik harus peka dan memahami suasana kebatinan masyarakat Lampung Timur yang menolak kotak kosong. Jika paslon tunggal tetap dipaksakan, kotak kosong bisa memenangkan Pilkada di daerah ini,” ungkap Kidung Tirto, Minggu (1/9/2024).

Karena itu, dia menyarankan partai politik yang memenuhi syarat pencalonan Pilkada segera mengevaluasi ulang dukungannya kepada paslon tunggal untuk menghindari kotak kosong di Lampung Timur.

“Masyarakat Lampung Timur mengharapkan parpol segera membuat keputusannya, khususnya kepada PDI Perjuangan, agar mengusung calon sendiri. Kami yakin Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendengar suara warga dan kader di Lampung Timur saat ini,” ujarnya.

Kidung Tirto juga mengapresiasi keputusan KPU yang memperpanjang masa pendaftaran peserta Pilkada di daerah yang baru menerima satu paslon. Dia menilai keputusan itu sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemungkinan munculnya kotak kosong.

Perpanjangan pendaftaran hingga 5 September 2024 ini memberi waktu lebih bagi parpol untuk menyiapkan paslon serta mencari koalisi jika diperlukan. Bahkan parpol bisa mengalihkan dukungan terhadap calon jika hanya terdapat satu paslon di Pilkada. Ini sesuai dengan PKPU 10 Tahun 2024 Pasal 135 dan pedoman teknis No. 1229.

Sebagai informasi, Pilkada Lampung Timur berpotensi terjadi kotak kosong karena hanya ada satu paslon yang mendaftar di KPU Lampung Timur hingga hari terakhir pendaftaran 29 Agustus 2024.

Pasalnya, semua parpol atau gabungan parpol yang memenuhi ambang batas suara telah memberikan dukungan kepada Ella Siti Nuryamah-Azwar Hadi sebagai calon bupati dan wakil bupati.

Paslon ini memborong rekom dari sembilan parpol, yaitu PKB, PKS, PAN, Gerindra, Golkar, PPP, Partai Demokrat, dan PDIP.

Selain Kidung Tirto, sejumlah elemen masyarakat Lampung Timur menyuarakan tuntutan agar tidak terjadi kotak kosong dalam Pilkada di kabupaten tersebut. Mereka mendesak PDIP merekomendasikan paslon untuk Pilkada Lampung Timur.

“Hanya PDI yang bisa menghilangkan perlawanan kotak kosong, artinya PDIP harus memunculkan cabup dan cawabup. Kami berharap ibu Megawati mendengarkan teriakan kami,” kata Tomi, koordinator unjuk rasa di depan kantor DPC PDI-P Lampung Timur pada Selasa (27/8/2024).

Desakan juga datang dari tokoh agama, pimpinan pondok pesantren dan mursyid thoriqoh se-Lampung Timur. Melalui pernyataan tertulis, mereka mendesak PDIP melawan kotak kosong di Pilkada Lampung Timur.

“Kami menaruh harapan besar hanya kepada PDIP sebagai partai yang sampai saat ini mampu menjaga nilai-nilai demokrasi dan kegotongroyongan,” tulis pernyataan tertanggal 24 Agustus 2024 yang ditandatangani 41 kyai itu.

Mereka meminta DPP PDIP untuk melakukan perlawanan terhadap wacana kotak kosong dalam Pilkada di beberapa provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, terkhusus di Lampung dan utamanya di Lampung Timur.

Tidak ketinggalan, tokoh pemuda Sekampung Udik, Lampung Timur, Junaidi menyuarakan agar masyarakat memilih kotak kosong apabila calon bupati dan wakil bupati yang bertarung hanya satu.

“Kami akan kampanyekan pilih kotak kosong kalau hanya satu paslon yang maju. Untuk itu kami berharap PDIP bisa mengusung calon sendiri agar tidak ada wacana kotak kosong,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *