{"id":1052,"date":"2026-08-02T19:13:46","date_gmt":"2026-08-02T12:13:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/?p=1052"},"modified":"2026-08-02T19:13:46","modified_gmt":"2026-08-02T12:13:46","slug":"hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/","title":{"rendered":"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong>\u00a0\u2013 Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri atau introspeksi atas niat serta segala perilaku agar terhindar dari karma buruk yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Kidung Tirto menyikapi fenomena alam yang semakin ekstrem dan kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi, politik dan sosial di dalam negeri sehingga menghambat upaya pemerintah mensejahterakan rakyat.<\/p>\n<p>\u201cSikap mawas diri harus menjadi alarm bagi para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat, baik yang duduk di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Mereka harus mampu melihat, menganalisa, serta mengoreksi diri sendiri secara jujur mengenai pikiran, perasaan, dan perbuatan yang akan dilakukan. Sikap mawas diri akan melahirkan kebijaksanaan dalam memimpin atau menjalankan tugas,\u201d ujar Kidung Tirto saat dihubungi dari petilasan di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat, Minggu (2\/8\/2026).<\/p>\n<p>Menurut spiritualis asal Gunung Lawu ini, seseorang yang tidak mau mawas diri atau sombong akan menerima karma atau respon dari lingkungannya, baik secara spontan ataupun di masa mendatang.<\/p>\n<p>\u2018Karma adalah hukum sebab-akibat universal. Artinya, setiap pikiran, ucapan, dan tindakan akan membawa konsekuensi atau energi yang pasti kembali kepada pelaku, baik dalam kehidupan sekarang maupun masa depan,\u201d jelas Kidung Tirto.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, setiap perbuatan pasti diawali dari niat atau motif. Niat memegang peranan paling besar dalam menentukan jenis energi karma yang tercipta. Niat buruk akan melahirkan energi buruk, begitu juga sebaliknya. \u201cApa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda tuai. Kebaikan mendatangkan energi baik, keburukan memicu penderitaan,\u201d kata Kidung Tirto.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, secara awam. karma sering kali disamakan dengan hukuman dari Tuhan. Padahal, karma adalah mekanisme kesadaran dan keseimbangan alam semesta yang pasti akan terjadi.<\/p>\n<p>\u201cKarma adalah respons alam atau lingkungan atas niat dan perilaku seseorang. Artinya, karma pasti berlaku secara alami karena alam semesta selalu menjaga mekanisme keseimbangan. Karma pasti menimpa manusia yang tidak percaya Tuhan atau atheis sekalipun,\u201d tegas Kidung Tirto.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, niat mencuri atau korupsi akan memicu energi negatif, seperti berbohong, memanipulasi dan sebagainya. Ketika korupsi dilakukan, energi negatifnya makin kuat misalnya melalui gaya hidup hedon dan sombong sehingga lingkungan akan merespons ketika menyadari adanya ketidakadilan.<\/p>\n<p><strong>Pesan Panembahan Surakarta<\/strong><\/p>\n<p>Peringatan senada juga disampaikan oleh panembahan Surakarta Kanjeng Pangeran MM Notonegoro. Dia mengingatkan agar pejabat publik di segala tingkatan perlu selalu mawas diri sebagai wujud kewaspadaan.<\/p>\n<p>Dia mengatakan filosofi hidup Jawa dalam mencapai kebenaran dan ketenteraman batin berporos pada tiga keselarasan utama, yaitu\u00a0<em>tata ati<\/em>\u00a0(penataan hati\/batin),\u00a0<em>tata pikir<\/em>\u00a0(penataan pikiran\/nalar), dan\u00a0<em>tata laku<\/em>\u00a0(penataan tindakan\/perilaku).<\/p>\n<p>\u201cKetiganya merupakan satu kesatuan utuh dalam ajaran mawas diri atau\u00a0<em>mulat sarira<\/em>. Dalam kehidupan saat ini\u00a0<em>mulat sarira<\/em>\u00a0mempunyai arti mendalam dari sekedar\u00a0<em>eling lan waspada<\/em>,\u201d ujar Kanjeng Pangeran MM Notonegoro dari petilasannya di Pesanggrahan Pacimoharjo di lereng Gunung Merapi, Desa Paras, Cepogo, Boyolali.<\/p>\n<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-02-at-16.35.40-1-e1785671926488.jpeg\" width=\"1080\" height=\"716\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kanjeng Pangeran MM Notonegoro. (tengah).<\/figcaption><\/figure>\n<figure class=\"wp-caption alignnone\"><\/figure>\n<p>Dia juga mengingatkan agar para pemimpin jangan asal ngomong yang dapat menyakiti hati rakyat. \u201cRakyat memang tidak punya kuasa apa-apa untuk membalasnya. Tetapi Gusti\u00a0<em>mboten sare<\/em>\u00a0dan alam semesta akan selalu mencari keseimbangan karena energi yang dilepaskan oleh pemimpin atau penguasa memberikan muatan negatif yang secara hukum alam semesta akan otomatis diseimbangkan. Jadi bukan hanya karma saja. Karena orang yang ditindas akan memancarkan energi penderitaannya sebagai kutukan yang berakibat tidak baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, menurut dia,\u00a0<em>toto pikir, toto ati<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>toto laku<\/em>\u00a0harus menjadi hal penting untuk menghindari bencana dan petaka yang lebih buruk terhadap bangsa dan negara.<\/p>\n<p>Dia melihat suhu politik sudah mulai mendidih tinggal menunggu waktu dan saatnya. Untuk itu diingatkan sekali lagi agar para penguasa jangan sampai salah langkah. Harus hati-hati, intropeksi dan jangan salah langkah sehingga rakyat tercederai.<\/p>\n<p>Panembagan Surakarta Kanjeng Pangeran MM Notonegoro tetap melakukan tirakat dan mendoakan agar bangsa dan negara ini selamat dan berjaya.<\/p>\n<p><strong>Jaga Persatuan<\/strong><\/p>\n<p>Kidung Tirto juga berpesan kepada seluruh anak bangsa untuk mempertebal persatuan dan saling welas asih di tengah kondisi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian saat ini.<\/p>\n<p>\u201cGejolak global bisa mempengaruhi situasi di dalam negeri. Karena itu, bangsa Indonesia harus kompak, jangan hanyut dalam gelombang krisis global dan termakan isu atau hoax yang memecah belah bangsa,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Menurut Kidung Tirto, budaya nusantara telah mengajarkan filosofi persatuan yang tercermin dari nilai-nilai luhur dalam Pancasila.<\/p>\n<p>\u201cDalam filosofi Jawa juga diajarkan konsep persatuan yang sangat mendalam, yakni\u00a0<em>golong gilig, rukun agawe sentosa crah agawe bubrah, manunggal kawula gusti,<\/em>\u00a0gotong royong, dan\u00a0<em>hamemayu hayuning bawana,\u201d\u00a0<\/em>ungkapnya<em>.\u00a0<\/em><\/p>\n<div class=\"gmr-video-responsive\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"y5y5SjGNdB\"><p><a href=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/07\/09\/lagu-sadarlah\/\">Lagu &#8216;Sadarlah&#8217;<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cLagu \u2018Sadarlah\u2019\u201d \u2014 Dharma Nusantara\" src=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/07\/09\/lagu-sadarlah\/embed\/#?secret=XGVZuKXnpN#?secret=y5y5SjGNdB\" data-secret=\"y5y5SjGNdB\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<p>Kidung Tirto menjelaskan,\u00a0<em>golong gilig<\/em>\u00a0adalah lambang tekad yang bulat (golong) dan bersatu padu secara kokoh (gilog) untuk mencapai satu tujuan bersama tanpa terpecah belah.<\/p>\n<p><em>Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah<\/em>, yakni prinsip bahwa hidup rukun dan berdampingan akan membawa kekuatan serta kesejahteraan, sedangkan pertengkaran atau perpecahan akan menghancurkan tatanan.<\/p>\n<p>Adapun\u00a0<em>manunggaling kawula gusti\u00a0<\/em>adalah konsep penyatuan vertikal antara manusia dan Sang Pencipta yang juga mencerminkan keselarasan horisontal antara rakyat dan pemimpin dalam hubungan yang harmonis.<\/p>\n<p>Selanjutnya gotong royong, yakni semangat kerja bersama dan saling membantu tanpa pamrih yang menjadi fondasi tindakan nyata persatuan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Adapun\u00a0<em>hamemayu hayuning bawana<\/em>\u00a0berarti kewajiban manusia untuk memperindah, menjaga, dan merawat keselamatan serta kedamaian dunia melalui sikap selaras dengan alam dan sesama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA\u00a0\u2013 Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri atau introspeksi atas niat serta<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":252,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,30],"tags":[94,95],"newstopic":[],"class_list":["post-1052","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-sosbud","tag-kidung-tirto-suryo-kusumo","tag-spiritualis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta - Dharma Nusantara<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta - Dharma Nusantara\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dharma Nusantara\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-02T12:13:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"805\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Lazuardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Lazuardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Lazuardi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f\"},\"headline\":\"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta\",\"datePublished\":\"2026-08-02T12:13:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/\"},\"wordCount\":859,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg\",\"keywords\":[\"Kidung Tirto Suryo Kusumo\",\"spiritualis\"],\"articleSection\":[\"Headline\",\"Sosial Budaya\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/\",\"name\":\"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta - Dharma Nusantara\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-08-02T12:13:46+00:00\",\"description\":\"Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg\",\"width\":960,\"height\":805,\"caption\":\"Kidung Tirto Suryo Kusumo\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2026\\\/08\\\/02\\\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\",\"name\":\"Dharma Nusantara\",\"description\":\"Membangun Nusantara Kertaraharja\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dharma Nusantara\",\"alternateName\":\"DharmaNusantara.com\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Bintang-DN.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Bintang-DN.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Dharma Nusantara\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f\",\"name\":\"Lazuardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Lazuardi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/dharmanusantara.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/author\\\/hery\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta - Dharma Nusantara","description":"Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta - Dharma Nusantara","og_description":"Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri.","og_url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/","og_site_name":"Dharma Nusantara","article_published_time":"2026-08-02T12:13:46+00:00","og_image":[{"width":960,"height":805,"url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Lazuardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Lazuardi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/"},"author":{"name":"Lazuardi","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/person\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f"},"headline":"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta","datePublished":"2026-08-02T12:13:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/"},"wordCount":859,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg","keywords":["Kidung Tirto Suryo Kusumo","spiritualis"],"articleSection":["Headline","Sosial Budaya"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/","name":"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta - Dharma Nusantara","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg","datePublished":"2026-08-02T12:13:46+00:00","description":"Budayawan Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan para tokoh, pemimpin dan pelayan rakyat untuk selalu mawas diri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-18-at-16.03.29.jpeg","width":960,"height":805,"caption":"Kidung Tirto Suryo Kusumo"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2026\/08\/02\/hindari-karma-buruk-ini-peringatan-budayawan-kidung-tirto-dan-panembahan-surakarta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hindari Karma Buruk, Ini Peringatan Budayawan Kidung Tirto dan Panembahan Surakarta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#website","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/","name":"Dharma Nusantara","description":"Membangun Nusantara Kertaraharja","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization","name":"Dharma Nusantara","alternateName":"DharmaNusantara.com","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Bintang-DN.png","contentUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Bintang-DN.png","width":512,"height":512,"caption":"Dharma Nusantara"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/person\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f","name":"Lazuardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Lazuardi"},"sameAs":["http:\/\/dharmanusantara.com"],"url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/author\/hery\/"}]}},"views":3,"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1052","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1052"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1052\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1055,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1052\/revisions\/1055"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1052"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1052"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1052"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1052"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}