{"id":382,"date":"2021-09-14T10:26:00","date_gmt":"2021-09-14T10:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/?p=382"},"modified":"2021-09-14T10:26:00","modified_gmt":"2021-09-14T10:26:00","slug":"pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/","title":{"rendered":"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Pakar hukum mengapresiasi dan mendukung gelar guru besar atau profesor kehormatan yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin, SH, MM, MH.<\/p>\n<p>\u201cPenganugerahan gelar guru besar merupakan hak civitas akademika Unsoed. Mereka pasti mempunyai penilaian secara obyektif dan akademis dalam pemberian gelar kehormatan tersebut. Jadi tidak perlu dipersoalkan dan dijadikan polemik,\u201d kata Guru Besar dan Kaprodi S3 Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH, Selasa (14\/9\/2021).<\/p>\n<p>Menurut dia, ukuran pemberian gelar Guru Besar didasari prestasi kerja baik aspek ke masyarakatan yang setara dengan keberhasilan seorang Guru Besar akademis. \u201cDalam hal ini, penegakan hukum yang fenomenal, mewujudkan usaha yang besar dan berkelanjutan untuk mengdinstribusi nilai-nilai keadilan di tengah masyarakat,\u201d jelas Ketua Umum DPN Peradi periode 2015-2020 ini.<\/p>\n<p>ST Burhanuddin ditetapkan sebagai Profesor Hukum Pidana, khususnya pada Ilmu <a href=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/10\/apresiasi-konsep-keadilan-restoratif-jaksa-agung-st-burhanuddin-dikukuhkan-jadi-guru-besar-unsoed\/\">Keadilan Restoratif<\/a>, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 37421\/MPK.A\/KP.05.00\/2021 tanggal 11 Juni 2021.<\/p>\n<p>Hal senada disampaikan oleh Prof. Dr. Muhadar, SH, MSi, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Hasanuddin Makassar. Dia menilai pemberian gelar Profesor kepada Dr. ST Burhanuddin sudah tepat sepanjang kriteria dan syarat terpenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n<p>\u201cKejaksaan Agung punya lembaga pendidikan jadi harus punya Guru Besar. Apa bedanya juga dengan Prof. Dr. Andi Hamzah, Prof. Dr. Baharuddin Lopa, Prof. Dr. Bambang Waluyo dan (mantan Jaksa Agung) lainnya, tidak ada salahnya,\u201d cetus Prof. Muhadar.<\/p>\n<p><strong>Lebih Manusiawi<\/strong><\/p>\n<p>Dia berpendapat, pendekatan keadilan restoratif dalam penegakan hukum seperti yang digagas oleh Prof. Burhanuddin perlu dukungan semua pihak sebab cara ini dinilai lebih manusiawi dan Pancasilais yaitu mencerminkan sila ke-2 dan ke-5, kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPendekatan keadilan restoratif adalah sesungguhnya model penyelesaian Hukum Adat Pidana kita yang ada sejak nenek moyang dahulu kala dan sampai kini masih dilakukan di daerah-daerah tertentu, seperti di Kab. Mamasa Sulsel dan daerah lain,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Prof. Muhadar menilai pendekatan <em>retroactive\/retributive<\/em>\/penjara\/lembaga pemasyarakatan seperti diterapkan selama ini gagal total dan tidak memenuhi tujuan pemidanaan sebagaimana diajarkan di dunia pendidikan hukum maupun praktik hukum.<\/p>\n<p>\u201cPikiran Prof. Burhanuddin sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Profesor Hulsmen, Ketua Departemen Hukum Pidana sekaligus Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi di perguruan tinggi terkenal Belanda, dan gagasan serta pikiran beliau dijalankan oleh pemerintah Belanda sehingga untuk kejahatan-kejahatan tertentu tidak lagi diselesaikan lewat pendekatan retroactive tetapi dilakukan dengan pendekatan restorative justice,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut, menurut Prof. Muhadar, berhasil menekan angka kejahatan dan penjara di Belanda kini banyak yang kosong. \u201cArtinya, pendekatan keadilan restoratif cocok bila diterapkan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia untuk kejahatan-kejahatan tertentu, meninggalkan pendekatan <em>retributive<\/em>\/penjara yang gagal dalam memenuhi Tujuan Pemidanaan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Prof. Fauzie menambahkan, <em>restorative justice<\/em> merupakan paradigma yang telah mendunia dan trennya sekarang diikuti oleh Indonesia. Menurut dia, konsep melakukan hukuman pidana perlahan akan ditinggalkan karena asas ultimum remedium sebagai asas yang dipakai untuk mendahukukan non-pidana untuk sebuah hukuman, bahkan seharusnya dilembagakan dan tertuang dalam KUHAP.<\/p>\n<p>\u201cSebab seyogyanya penegakan hukum tidak melulu harus berujung penjara namun ditekankan pada kepentingan korban, sehingga dalam perkara-perkara tertentu sudah selayaknya hal ini dapat diterapkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Begitu pula gagasan penegakan hukum berdasarkan hati nurani seperti disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Prof. Fauzie menilai gagasan itu sejalan dengan tujuan keadilan restoratif yang menitikberatkan pada kepentingan korban.<\/p>\n<p><strong>Peraturan Kejaksaan<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai informasi, Jaksa Agung ST Burhanuddin telah mengeluarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif (yang selanjutnya disebut Peraturan Kejaksaan tentang Keadilan Restoratif) yang telah diundangkan pada 22 Juli 2020.<\/p>\n<p>Peraturan Kejaksaan tentang Keadilan Restoratif ini lahir untuk memecahkan kebuntuan atau kekosongan hukum materil dan hukum formil yang saat ini masih mengedepankan aspek kepastian hukum dan legalitas-formal, daripada keadilan hukum yang lebih substansial bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Secara umum, Prof. Fauzie menilai kinerja Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin sangat memuaskan, terbukti dari kasus-kasus besar yang dilakukan penuntutannya dengan baik.<\/p>\n<p>Kejaksaan Agung selama ini sudah mampu menunjukkan kinerja berupa produktivitas penuntutan yang signifikan. \u201cPandangan saya, Kejaksaan Agung memang mengalami peningkatan kinerja. Kasus-kasus besar dilakukan penuntutan dengan cukup baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dia berharap Kejaksaan mengoptimalkan kerja sama dengan pemangku kepentingan, seperti perguruan tinggi untuk merespons berbagai praktik praktik hukum yang berkembang pesat, termasuk melakukan konsolidasi dengan sesama penegak hukum seperti KPK dan Polri agar dapat sinergi menegakkan hukum berkualitas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mengenai penilaian Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa Kejaksaan Agung lebih baik dalam pemberantasan korupsi dibandingkan KPK dan Polri, Prof. Fauzie mengatakan hal itu sah-sah saja.<\/p>\n<p>Namun, dia mengingatkan bahwa semua lembaga penegak hukum, baik Kejaksaan, KPK maupun Polri, mempunyai fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing.\u00a0 \u201cMereka harus bekerja sama dan bersinergi. Jadi tidak usah dibanding-bandingkan,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Prof. Muhadar menilai Kejaksaan kini lebih baik dalam pemberantasan korupsi dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain, terbukti dari bekerjanya peradilan pidana kasus-kasus korupsi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pakar hukum mengapresiasi dan mendukung gelar guru besar atau profesor kehormatan yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin, SH, MM, MH. \u201cPenganugerahan gelar guru besar merupakan hak civitas akademika Unsoed. Mereka pasti mempunyai penilaian secara obyektif dan akademis dalam pemberian gelar kehormatan tersebut. Jadi tidak perlu dipersoalkan dan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":280,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,27],"tags":[38,46,115],"newstopic":[],"class_list":["post-382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-hukum","tag-jaksa-agung","tag-kejaksaan-agung","tag-restorative-justice"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pakar hukum mendukung gelar profesor yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pakar hukum mendukung gelar profesor yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-14T10:26:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"713\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"406\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Lazuardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Lazuardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Lazuardi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f\"},\"headline\":\"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar\",\"datePublished\":\"2021-09-14T10:26:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/\"},\"wordCount\":786,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg\",\"keywords\":[\"Jaksa Agung\",\"Kejaksaan Agung\",\"restorative justice\"],\"articleSection\":[\"Headline\",\"Hukum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/\",\"name\":\"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-09-14T10:26:00+00:00\",\"description\":\"Pakar hukum mendukung gelar profesor yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg\",\"width\":713,\"height\":406,\"caption\":\"Jaksa Agung Burhanuddin\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/09\\\/14\\\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\",\"name\":\"Dharma Nusantara\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dharma Nusantara\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Bintang-DN.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Bintang-DN.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Dharma Nusantara\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f\",\"name\":\"Lazuardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Lazuardi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/dharmanusantara.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/author\\\/hery\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar -","description":"Pakar hukum mendukung gelar profesor yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar -","og_description":"Pakar hukum mendukung gelar profesor yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin.","og_url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/","article_published_time":"2021-09-14T10:26:00+00:00","og_image":[{"width":713,"height":406,"url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Lazuardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Lazuardi","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/"},"author":{"name":"Lazuardi","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/person\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f"},"headline":"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar","datePublished":"2021-09-14T10:26:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/"},"wordCount":786,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg","keywords":["Jaksa Agung","Kejaksaan Agung","restorative justice"],"articleSection":["Headline","Hukum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/","name":"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg","datePublished":"2021-09-14T10:26:00+00:00","description":"Pakar hukum mendukung gelar profesor yang dianugerahkan Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada Jaksa Agung Dr. ST Burhanuddin.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/WhatsApp-Image-2021-07-23-at-12.40.48-1.jpeg","width":713,"height":406,"caption":"Jaksa Agung Burhanuddin"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/09\/14\/pakar-hukum-gagasan-restorative-justice-tepat-jaksa-agung-st-burhanuddin-layak-jadi-guru-besar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pakar Hukum: Gagasan Restorative Justice Tepat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Layak Jadi Guru Besar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#website","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/","name":"Dharma Nusantara","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization","name":"Dharma Nusantara","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Bintang-DN.png","contentUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Bintang-DN.png","width":512,"height":512,"caption":"Dharma Nusantara"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/person\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f","name":"Lazuardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Lazuardi"},"sameAs":["http:\/\/dharmanusantara.com"],"url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/author\/hery\/"}]}},"views":119,"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=382"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":383,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions\/383"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=382"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}