{"id":477,"date":"2021-11-09T10:41:53","date_gmt":"2021-11-09T10:41:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/?p=477"},"modified":"2021-11-09T10:41:53","modified_gmt":"2021-11-09T10:41:53","slug":"pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/","title":{"rendered":"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerapkan keadilan restoratif dalam penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi sejumlah kalangan.<\/p>\n<p>Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Musakkir SH MH, pada prinsipnya terobosan yang dilakukan oleh Jaksa Agung tersebut pada praktiknya sejalan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah jelas mengatur bahwa korban penyalahgunaan narkotika dapat direhabilitasi.<\/p>\n<p>\u201cHanya saja timbul pertanyaan, apakah kalau sudah ditetapkan untuk direhabilitasi tidak perlu lagi dilanjutkan pada proses hukum. Sebab pada praktiknya, sekalipun sudah diasesmen bahwa si korban ditetapkan untuk direhabilitasi, masih banyak juga yang dilanjutkan ke proses penuntutan dan putusannya ada yang tetap direhabilitasi dan ada yang harus menjalani vonis di lembaga pemasyarakatan,\u201d kata Prof. Musakkir, Selasa (9\/11\/2021).<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"&quot;War On Drugs&quot;\" width=\"960\" height=\"540\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/HmyPsNAKG4g?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Dia mengatakan, apabila dalam penanganan kasus penyalagunaan narkotika dengan merestorasi dan tidak lagi dilanjutkan pada proses persidangan di pengadilan, maka terdapat dua hal baru dan inovatif dari kebijakan Jaksa Agung tersebut.<\/p>\n<p>Pertama, Jaksa Agung telah melakukan terobosan terhadap penyelesaian tindak pidana narkotika yang selama ini sering ambigu terhadap korban narkotika, yaitu terkadang rehabilitasi saja dan terkadang rehabilitasi diseratai penghukuman.<\/p>\n<p>Kedua, Jaksa Agung telah mengembangkan definisi restorative justice yaitu penyelesaian yang berbasis pada pengembalian pada keadaan semula bagi korban, yang selama ini keadilan restoratif dimaknai pengembalian pada keadaan semula dengan melibatkan pelaku, keluarga pelaku, korban dan keluarga korban.<\/p>\n<p>Prof. Musakkir menilai, apa yang dilakukan oleh Jaksa Agung dengan merestorasi penyelesaian tindak pidana narkotika khusus bagi korban kejahatan merupakan penegakan hukum yang responsif menurut Nonet dan Selznick.<\/p>\n<p>\u201cPenegakan hukum ini merespons akibat yang ditimbulkan oleh penyelesaian tindak pidana selama ini yaitu bertumpuknya penghuni lembaga pemasyarakatan sehingga mengalami over capacity, yang secara langsung semakin memberatkan beban negara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Apresiasi juga disampaikan oleh Prof. Dr. Nur Basuki, SH, MH. Guru Besar Hukum Pidana Universitas Airlangga Surabaya ini sangat setuju Pedoman Jaksa Agung itu hanya terbatas pada pengguna narkotika.<\/p>\n<p>\u201cKarena pengguna itu sendiri sebenarnya adalah korban (crime without victim). Berbeda halnya untuk pengedar, harus diberikan sanksi yang terberat sampai pidana mati,\u201d kata Prof. Nur Basuki.<\/p>\n<p>Sementara itu, praktisi hukum yang tergabung dalam LBH Street Lawyer mendukung dan mengapresiasi terobosan Jaksa Agung melalui Pedoman No. 18 Tahun 2021.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif LBH Street Lawyer Sumadi Atmadja SH mengatakan Pedoman tersebut sejalan dengan SKB yang diteken Ketua Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala Badan Narkotika Nasional tentang Pecandu Narkotika Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi serta Pasal 54 dan Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.<\/p>\n<p>\u201cTerobosan Jaksa Agung ini diharapkan mengurangi beban pengadilan untuk mengadili perkara, yang akhirnya dapat mengurangi over capacity lapas, dimana menurut Institute of Criminal Justice Reform (ICJR) kapasitasnya mencapai 204 persen pada 2020,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>LBH Street Lawyer mencatat, jumlah penghuni penjara di seluruh Indonesia saat ini mencapai 270.466 narapidana. Padahal, kapasitas rutan maupun lapas di Indonesia hanya cukup menampung sekitar 132.335 Warga Binaan. Dari jumlah ini, 38.995 orang atau sekitar 55 persen adalah para pengguna narkotika.<\/p>\n<p>Dukungan juga disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar. Menurut dia, Pedoman Jaksa Agung disebut sejalan dengan Polri.<\/p>\n<p>&#8220;Pastinya Polri mendukung pedoman tersebut. Kepolisian dan Kejaksaan dapat bersinergi menangani tindak pidana bagi pencandu atau penyalahguna narkoba menggunakan pendekatan restorative justice,&#8221; kata Brigjen Krisno.<\/p>\n<p>Dihubungi terpisah, budayawan dan spiritualis nusantara Kidung Tirto Suryo Kusumo mengatakan, Pedoman No. 18 Tahun 2021 menunjukkan Jaksa Agung Burhanuddin benar-benar memahami hakikat keadilan yang dialami korban kejahatan.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat Pedoman ini mempertegas perbedaan penanganan perkara tindak pidana narkotika antara pengguna dan pengedar. Jika pengguna sebagai korban diterapkan keadilan restoratif, maka pengedar tetap diterapkan keadilan represif dengan ancaman hukuman maksimal hingga pidana mati,\u201d kata Kidung Tirto.<\/p>\n<p>Dia mengingatkan para penegak hukum agar tidak mengkhianati Pedoman Jaksa Agung tersebut sehingga masyarakat bisa merasakan keadilan dan pelaku kejahatan dihukum yang setimpal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerapkan keadilan restoratif dalam penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi sejumlah kalangan. Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Musakkir SH MH, pada prinsipnya terobosan yang dilakukan oleh Jaksa Agung tersebut pada praktiknya sejalan dengan Surat Keputusan Bersama<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,27],"tags":[92,77,115],"newstopic":[],"class_list":["post-477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-hukum","tag-jaksa-agung-st-burhanuddin","tag-narkotika","tag-restorative-justice"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi dan didukung sejumlah kalangan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi dan didukung sejumlah kalangan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-09T10:41:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"458\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Lazuardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Lazuardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Lazuardi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f\"},\"headline\":\"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif\",\"datePublished\":\"2021-11-09T10:41:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/\"},\"wordCount\":624,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png\",\"keywords\":[\"Jaksa Agung ST Burhanuddin\",\"narkotika\",\"restorative justice\"],\"articleSection\":[\"Headline\",\"Hukum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/\",\"name\":\"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png\",\"datePublished\":\"2021-11-09T10:41:53+00:00\",\"description\":\"Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi dan didukung sejumlah kalangan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png\",\"width\":640,\"height\":458,\"caption\":\"Jaksa Agung Dr ST Burhanuddin SH MH.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/2021\\\/11\\\/09\\\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\",\"name\":\"Dharma Nusantara\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dharma Nusantara\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Bintang-DN.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/Bintang-DN.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Dharma Nusantara\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f\",\"name\":\"Lazuardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Lazuardi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/dharmanusantara.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dharmanusantara.com\\\/index.php\\\/author\\\/hery\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif -","description":"Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi dan didukung sejumlah kalangan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif -","og_description":"Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi dan didukung sejumlah kalangan.","og_url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/","article_published_time":"2021-11-09T10:41:53+00:00","og_image":[{"width":640,"height":458,"url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png","type":"image\/png"}],"author":"Lazuardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Lazuardi","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/"},"author":{"name":"Lazuardi","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/person\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f"},"headline":"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif","datePublished":"2021-11-09T10:41:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/"},"wordCount":624,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png","keywords":["Jaksa Agung ST Burhanuddin","narkotika","restorative justice"],"articleSection":["Headline","Hukum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/","name":"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png","datePublished":"2021-11-09T10:41:53+00:00","description":"Terobosan Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Pedoman No. 18 Tahun 2021 diapresiasi dan didukung sejumlah kalangan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png","contentUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Jaksa-Agung-e1625052469121.png","width":640,"height":458,"caption":"Jaksa Agung Dr ST Burhanuddin SH MH."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/2021\/11\/09\/pakar-hukum-pedoman-no-18-tahun-2021-penegakan-hukum-responsif-dan-inovatif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pakar Hukum: Pedoman No. 18 Tahun 2021 Penegakan Hukum Responsif dan Inovatif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#website","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/","name":"Dharma Nusantara","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#organization","name":"Dharma Nusantara","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Bintang-DN.png","contentUrl":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Bintang-DN.png","width":512,"height":512,"caption":"Dharma Nusantara"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/#\/schema\/person\/f8a3dc85e61447be023df707dae3ff2f","name":"Lazuardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44abd5f08a74aec18b0d0b77e371ac7f0fb99180e94fd31d03ec89c5b2c6326b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Lazuardi"},"sameAs":["http:\/\/dharmanusantara.com"],"url":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/author\/hery\/"}]}},"views":218,"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=477"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":479,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/477\/revisions\/479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=477"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dharmanusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}