Tingkatkan Integritas Jaksa, Jaksa Agung Diminta Perkuat Pembinaan dan Pengawasan Internal

oleh -63 Dilihat
Kidung Tirto Suryo Kusumo
Kidung Tirto Suryo Kusumo

JAKARTA – Jaksa Agung Sanitiar Buhanuddin diminta memperkuat pembinaan dan pengawasan internal untuk meningkatkan kapasitas, profesionalitas dan integritas jaksa, serta mencegah kebocoran data dan berkas rahasia ke publik.

Hal itu disampaikan budayawan Kidung TIrto Suryo Kusumo menanggapi dinamika di tubuh Adhyaksa akhir-akhir ini dan banyaknya kasus korupsi kakap yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

“Meskipun sudah banyak terobosoan yang dilakukan Jaksa Agung Burhanuddin, Kejaksaan harus terus berbenah agar semakin baik dan dipercaya masyarakat sehingga upaya penegakan hukumnya lebih,” ungkapnya saat dihubungi dari petilasan di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat, Sabtu (17/7/2026).

Menurut Kidung Tirto, pembenahan Kejaksaan Agung ataupun lembaga penegak hukum lainnya, seperti Polri dan Mahkamah Agung, harus selalu berfokus pada sumber daya manusia. Sebab hukum terkait dengan rasa keadilan, dimana rasa hanya bisa dicerna oleh manusia. “Jika penegak hukum tidak peka dengan rasa keadilan, maka penegakan hukum akan kehilangan jiwanya dan tidak memiliki nilai,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut spiritualis yang selalu memantau perkembangan hukum dan politik di negeri ini, Kejagung harus menciptakan sistem pembinaan dan pengawasan internal yang berfokus pada pengembangan SDM khususnya jaksa.

“Jaksa itu memiliki kewenangan eksklusif dan tanggung jawabnya berat. Sebagai dominus litis, jaksa adalah satu-satunya pihak yang mengendalikan dan berwenang menentukan arah suatu perkara pidana mulai dari penyidikan, penuntutan, hingga penghentian penuntutan. Jaksa juga berwenang dalam menegakkan keadilan restoratif, program unggulan Jaksa Agung Burhanuddin yang sangat mengutamakan suatu rasa keadilan dan kemanusiaan,” kata Kidung Tirto.

Sejauh ini, dia menilai Jaksa Agung Burhanuddin sudah membuktikan komitmennya menegakkan rasa keadilan tersebut, terbukti dengan keberaniannya mengusut kasus-kasus mega-korupsi dan menyita aset koruptor untuk memulihkan kerugiana negara. Di sisi lain, dia bertindak humanis dalam penanganan kasus-kasus yang dapat diselesaikan melalui mekanisme restorative justice.

Meski demikian, Kidung Tirto mengingatkan Jaksa Agung agar tidak lengah terhadap manuver koruptor yang bekerja sama dengan oknum penegak hukum, termasuk jaksa. Selama ini, Burhanuddin dikenal tegas menindak jaksa nakal dengan hukuman setimpal.

Dia menganati penegakan integritas menjadi prioritas Jaksa Agung Burhanuddin guna meraih dan menjaga kepercayaan publik terhadap Kejaksaan. “Integritas merupakan landasan moral dan etika utama bagi setiap aparatur Kejaksaan. Komitmen institusi ini terus diuji dan diterapkan secara ketat, termasuk dalam pengawasan internal,” tambahnya.

Kidung Tirto juga mengingatkan Jaksa Agung agar mencegah kebocoran data internal yang bisa mengganggu penanganan perkara dan upaya penegakan hukum. “Jaksa Agung harus mewaspadai internalnya agar disiplin dalam dokumentasi data, serta membenahi sistem internal agar semakin aman dari kebocoran,” imbaunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.